Dan Nabi shallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
“Kalian semua adalah pemimpin dan seluruh kalian akan
dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpin. Penguasa adalah
pemimpin dan seorang laki-laki adalah pemimpin, wanita juga adalah
pemimpin atas rumah dan anak suaminya. Sehingga seluruh kalian adalah
pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas mereka
yang dipimpin.”(Muttafaqun alaihi)
Jika kita adalah seorang pemimpin, maka berkatalah seperti Abu Bakar Ash Shiddiq radiyallahu 'anhu kepada rakyatnya,


"Wahai kaum muslimin, ta'atlah kepadaku selagi aku dalam kebenaran, mengajak kalian untuk ta'at kepada Allah dan rasul-Nya, namun jika aku menyeleweng, maka janganlah kalian menta'atiku, tapi tegurlah aku dan luruskanlah."


Maka jadilah pemimpin idaman bagi orang-orang yang menjadi tanggungjawab atas kita. Tidak hanya sekedar membuat kebijakan dan aturan semata, tetapi juga bagaimana supaya di dalam kebijakan dan aturan yang kita buat terbangun rasa saling cinta dan rasa saling kasihsayang yang mana keduanya akan menjadi modal penting dalam perihal ta'awun 'alal birri wat taqwa (bekerjasama dalam kebaikan dan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta'ala), sehingga kelak di akhirat, mereka tidak menjadi penghujat kita di hadapan Allah subhanahu wa ta'ala sebagaimana ayat diatas, tetapi justru mereka akan menjadi kemuliaan bagi kita, lantaran cinta dan kasihsayang yang saling terjalin satu sama lain.
"Wahai kaum muslimin, ta'atlah kepadaku selagi aku dalam kebenaran, mengajak kalian untuk ta'at kepada Allah dan rasul-Nya, namun jika aku menyeleweng, maka janganlah kalian menta'atiku, tapi tegurlah aku dan luruskanlah."
Maka jadilah pemimpin idaman bagi orang-orang yang menjadi tanggungjawab atas kita. Tidak hanya sekedar membuat kebijakan dan aturan semata, tetapi juga bagaimana supaya di dalam kebijakan dan aturan yang kita buat terbangun rasa saling cinta dan rasa saling kasihsayang yang mana keduanya akan menjadi modal penting dalam perihal ta'awun 'alal birri wat taqwa (bekerjasama dalam kebaikan dan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta'ala), sehingga kelak di akhirat, mereka tidak menjadi penghujat kita di hadapan Allah subhanahu wa ta'ala sebagaimana ayat diatas, tetapi justru mereka akan menjadi kemuliaan bagi kita, lantaran cinta dan kasihsayang yang saling terjalin satu sama lain.
"Sesungguhnya Allah ta'ala kelak pada hari kiamat berkata,
'dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada
hari ini, aku akan menaungi mereka di dalam naungan-Ku, yang mana hari
ini tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Ku saja." (HR. Muslim)
"Orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku,
maka bagi mereka adalah mimbar-mimbar yang terbuat dari cahaya, yang
mana para nabi dan syuhada akan merasa iri kepada mereka." (HR. At
Tirmidzi)
Subhanallah walhamdulillah allahu akbar.
===============
Mawadah Center Lembaga Konsultasi Keluarga Sakinah dan Syariat Islam
layanan konsultasi (GRATIS)
via WhatsApp atau Telegram ke nomor 081915327292 / 081297777864
Join chanel kami di telegram @mawaddahcenter
0 komentar:
Posting Komentar